Minggu, 26 Juli 2009

My Last Words for her

Lagi-lagi gue masih termenung di malam Sabtu. Yeah, my f*cking friday night.

Entah kenapa gue selalu ga bisa tidur saat Jum’at malem. Padahal kebiasaan nungguin lilin udah gue ilangin, yah semenjak flu babi datang ke Indonesia. Jadinya nanti babi ngepet dikira babi beneran, trus kawin deh ama babi lokal yang terkena flu babi.
Semenjak gue merenungi kelanjutan hubungan gue ama kedua orang yang sangat gue sayangin dalam hidup gue selain HP gue, gue selalu ga bisa tidur setiap Jum’at malem.

Enggak tau juga sih kenapa harus malem Sabtu, bukan Malem Minggu. Yang jelas menurut gue Jum’at adalah hari paling bersejarah dengan hidup gue. Hari Jum’at gue lahir, Jum’at gue nembak Monyet, Jum’at gue mulai suka Siamang, Jum’at gue pingsan di lapangan, Jum’at HP gue rusak di Laut, Jum’at Sarnet grepe gue. I’m not even sure why it has to be Friday.

Hal yang ada dalam benak gue kali ini adalah Siamang, masih Siamang dalam otak gue yang sangat bego ini. Gue mencoba memutar lagu di MP4 yang sukses gue rusakin dan gue harus ganti 300ribu (baca : pinjem Mas Rohmad, baca lagi : keinjek, baca lagi : bayar 300ribu, baca lagi : mampus gue). Lagu yang gue pilih pertama kali adalah Snow Patrol – Chasing cars. Gue juga lumayan suka ama lagu itu. Sangat mengenang semua kenangan indah gue ama Siamang dulu, walaupun bukan status pacaran tapi bagi gue udah lebih indah.

I need your grace to remind me, to find my own.
If I lay here, if I just lay here
Would you lie with me, and just forget the world.
Forget what we're told, before we get too old
Show me a garden that's bursting into life.
All that I am, all that I ever was
Is here in your perfect eyes, they're all I can see
I don't know where, confused about how as well
Just know that these things will never change for us at all.

Gue membutuhkan dia lebih dari siapapun. Dia lebih mengerti gue daripada bonyok gue, daripada Monyet, daripada Sarnet (lho?). Entah kenapa harus dia yang hadir dalam hidup gue. Kenapa. Yang jelas gue udah salah menumbuhkan sebuah rasa sayang dalam hati gue. Itu salah, salah banget. Ibaratnya kita tahu kalo Bunga Citra bakalan nikah tapi nekat aja ditembak. Jelas aja ditolak (yaiyalah).

Gue masih bingung dengan apa yang bakalan gue lakuin, apakah gue masih berharap padanya? Ataukah gue harus bener-bener melupakannya? Gue masih sangat bingung dan gue ga tau harus gimana. Sekitar 2 jam gue masih memutar kenangan Siamang dalam hidup gue. Saat itu masih sangat menyenangkan dan gue sangat comfort dengan posisi gue.

Gue adalah pecundang terbesar di dunia ini. Udah tau cewek punya pacar masih aja disenengin. Gue orangnya sangat berpegang teguh ama yang gue ucapin, gue bilang sekarang ya sekarang, gue bilang Ucok jelek ya dia pasti jelek, ato gue bilang Kawid panuan (eh..emang bener sih). Gue seorang yang ga bisa narik apa yang udah gue ucapin. Ibaratkan peribahasa menjilat ludah orang (eh bener ga sih?)

Ucok pernah bilang ama gue.
“ Jangan terlalu mengejar cewek karena bakalan ga dapet”.
Gue ga tau dari mana Ucok bisa ngedapetin kata-kata itu. Yang jelas dia cuman bisa teori doang, buktinya dia lebih lama ngejomblo daripada gue. FAKTA COK!!!

Temeng gue juga pernah bilang jangan terlalu terobsesi ama Siamang. Diaorangnya cukup baek karena sering banget ngasih nasihat ama gue. Setiap keputusan yang gue buat pasti dia yang dukung. Tapi entah kenapa saat gue ingin nikah ama Aura Kasih dia bilang gue idiot (bener yak??). Dia juga bilang kalo pas SMA itu bukan saatnya mikirin cewek, saatnya serius sekolah. Emang bener sih, sekarang gue udah kelas 3 dan sebentar lagi gue bakalan lulus *yakin lo wan??*

MP4 gue masih memutar lagu ke 26. Judul yang pas ama yang gue pikirin sekarang. High School Never Endsnya Bowling For Soup.

The Whole Damned World is just as obsessed
With who‘s the best dressed and who's having sex
Who‘s got the money. Who gets the Honeys,
Who‘s kinda cute and who‘s just a mess
And you still don't have the right look
And you don't have the right friends
Nothing changes but the faces, the names, and the trends

SMA bukan saatnya menjadi pecundang. SMA adalah saat kita menjadi sebuah bagian dari kenangan. SMA adalah saat kita menjadi siapa itu kita, bagaimana kita akan melangkah kelak dan bagaimana kita mencapainya. SMA bukan saatnya memikirkan kegagalan. Yah walopun gue di SMA ini sangat cocok di juluki The King of Looser.. Raja pecundang gitu.

Sampe sekarang dia ga pernah tau kalo gue masih nunggu dia. Ga pernah. Yang dia tau hanyalah menjaga hubungan dengan pacarnya. Kalo gue bisa milih, gue mending pergi dari semua penatnya dunia ini dan memulai hidup baru, temen baru, diri yang baru, tapi entah dimana gue ga bisa nemuin itu. Gue pengen semua ingatan gue tentang dia ilang sampe gue ga bisa inget siapa dia.

Sekarang gue sadarin kalo gue itu bukan siapa-siapa. Gue ga lebih dari seorang temen yang menyimpan dan mencoba mengubur semua yang dirasain. Ini adalah jalan terbaik yang gue harus jalanin demi sebuah kata “PENGORBANAN”. Gue akan berkorban perasaan. Cinta memang butuh pengorbanan, eh uang juga dink, ehh Milkshake juga, uhm.. terus Ice Cream juga.

Headset mulai memainkan lagu slow dan ini adalah track ke 120. Lagunya dari film Lion King, Can You Feel The Love Tonight. Lagu yang juga bermakna dalam gelapnya hubungan ini.
Can you feel the love tonight
The peace the evening brings
The world for once in perfect harmony
With all its living things
So many things to tell her
But how to make her see
The truth about my past, impossible
She'd turn away from me

Jam disebelah gue udah nunjukin jam 3 dan gue mulai mengantuk. Samar-samar semua pikiran yang terjebak dalam otak gue mulai hilang. Otak ini terpacu untuk istirahat sebelum akhihrnya memutuskan suatu kata yang sangat tepat tentang Siamang. Semoga dengan ditulisnya postingan ini gue bisa bener-bener melupakan Siamang.
Dengan berakhirnya postingan ini ku ingin kau tahu..

Kau adalah dosa terindah dalam hidupku.

0 cercaan dan hinaan:

Posting Komentar

komen adalah sebagian dari iman